Strategi Bertahan di Tengah Badai Kehidupan

Strategi Bertahan di Tengah Badai Kehidupan – Di dalam kehidupan sudah tentu akan sangat banyak hal yang akan di jalani dan harus di lewati dengan baik dan juga benar, namun semua itu membutuhkan proses.

Bentuk dari badai kehidupan dapat bermacam-macam. Kehilangan pekerjaan, kebangkrutan bisnis, ditinggal pasangan atau orang-orang terdekat lainnya, dan sebagainya.

Apa pun itu, badai kehidupan selalu tentang ujian besar yang tidak mudah dilalui. Kamu mengalami masa-masa terpuruk, bahkan mungkin sampai saat ini pun masih berada di tenghanya.

Kekuatan mentalmu sangat diuji saat menghadapi fase tersebut. Walaupun kamu seperti telah babak belur dihantam badai kehidupan, bertahanlah dengan mengingat kelima hal di bawah ini. Jangan putus asa, ya!

Strategi Bertahan di Tengah Badai Kehidupan

1. Tidak ada badai yang tak pernah berhenti
Badai kehidupan memang hanya kiasan. Namun itu sama saja dengan badai real life dalam arti yang sesungguhnya, yaitu tidak akan terus terjadi. Cepat atau lambat, pasti berhenti juga. Bahkan makin dahsyat badainya, biasanya waktu berhentinya juga makin cepat.

Barangkali benar bahwa segala hal di dunia ini telah diukur dengan tepat oleh Tuhan. Dia tahu ketahanan manusia dalam menghadapi badai tidaklah tinggi. Manusia selalu lebih menyukai hidup yang mudah ketimbang penderitaan. Tuhan ingin kamu tidak sampai menyerah.

2. Gunakan strategi berusaha semampumu atau cukup bertahan
Apa yang harus kamu lakukan ketika badai menerpa? Tentu saja kamu kudu segera mencari tempat untuk berlindung. Apabila memungkinkan, kamu bahkan perlu lari menjauhi pusat badai.

Namun jika kamu telanjur terjebak di tengah badai, menjalankan strategi bertahan saja sudah cukup. Jangan memaksakan keadaan yang telah tak memungkinkan dengan keluar dari tempat persembunyianmu dan mencoba pergi.

Bila itu nekat dilakukan, kemungkinan besar kamu malah tidak selamat. Bertahanlah di tempat persembunyianmu hingga badai mereda bahkan benar-benar berhenti. Jangan menciptakan bahaya di tengah bahaya.

3. Akan ada cahaya di tengah kegelapan
Pertanyaanmu pasti, “Kapan cahaya itu akan muncul atau tampak?” Memang tidak ada yang tahu dengan pasti. Akan tetapi, kamu harus selalu menjawab dalam hati, “Sebentar lagi.”

Bila tidak begitu, kamu bakal merasa sudah lama sama sekali melakukan strategi bertahan di tempat persembunyian atau berusaha meloloskan diri dari badai tanpa hasil yang sesuai dengan ekspektasi. Niscaya kesabaranmu habis dan kamu dapat melakukan hal-hal nekat yang membahayakan diri.

4. Yakini bahwa badai menerpa sebagai bentuk peringatan atau ujian buat naik kelas
Peringatan untuk apa atau siapa? Terutama peringatan buat dirimu yang telah melakukan kesalahan. Misalnya, kamu terlalu keras kepala dan tidak berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu.

Kalau kamu mampu menyadari sebab-sebab datangnya badai kehidupan, kamu belajar banyak tentang apa yang tak boleh lagi dilakukan di lain waktu. Bisa pula itu semata-mata ujian, layaknya murid yang telah belajar satu semester penuh akan diuji pemahaman dan kemampuannya.